
Bogor – Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bogor menjadi pusat perhatian pada Rabu
(15/07/2026), saat ratusan siswa baru yang tergabung dalam peserta Masa Ta'ruf Murid Madrasah (MATAMUDA) tahun ajaran 2026/2027
menerima pembekalan penting mengenai kesehatan mental.
Tim
Kesehatan dari Puskesmas Leuwisadeng hadir secara khusus untuk memberikan
materi edukasi krusial bertajuk "Pertolongan Pertama Pada Luka
Psikologis (P3LP)". Kehadiran tim ini dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Leuwisadeng, dr. Farida,
didampingi oleh dr. Santi (Dokter Fungsional Puskesmas), Wahi (Staf
Kesehatan/Programmer), serta Asep (Staf Puskesmas Leuwisadeng).
Program P3LP
ini sengaja dihadirkan di lingkungan sekolah untuk memberikan pemahaman awal
kepada para siswa baru mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali
gejala stres atau tekanan psikologis, serta bagaimana memberikan respons
pertama yang tepat kepada teman sebaya yang mengalami masalah emosional.
Kepala
Puskesmas Leuwisadeng, dr. Farida, menekankan bahwa luka psikologis sama
pentingnya untuk ditangani seperti luka fisik. Memasuki lingkungan sekolah yang
baru sering kali memicu kecemasan atau tekanan tersendiri bagi remaja. Melalui
pembekalan P3LP ini, diharapkan para peserta MATAMUDA memiliki ketahanan mental
(resilience) yang baik serta mampu membangun ruang aman dan saling
mendukung di antara sesama siswa.
Pihak
madrasah pun menyambut baik sinergi ini. Edukasi intensif dari para ahli medis
Puskesmas Leuwisadeng dinilai menjadi bekal berharga bagi siswa baru MAN 2
Bogor dalam memulai perjalanan akademik mereka dengan sehat secara fisik
sekaligus kuat secara mental.
Kegiatan
berlangsung secara interaktif di aula madrasah, di mana para siswa tidak hanya
mendengarkan paparan teori tetapi juga dibekali dengan simulasi praktis
mengenai cara merespons situasi krisis psikologis ringan di lingkungan
sehari-hari.
Tulis Komentar