Atasi Kejenuhan Siswa, Pembelajaran Fikih di Madrasah Digelar Asyik di Luar KelasAtasi Kejenuhan Siswa, Pembelajaran Fikih di Madrasah Digelar Asyik di Luar Kelas
Atasi Kejenuhan Siswa, Pembelajaran Fikih di Madrasah Digelar Asyik di Luar Kelas

Bogor Suasana belajar berbeda terlihat di MAN 2 Bogor pada Kamis (06/08/2026). Guna mengatasi kebosanan serta menghadirkan suasana baru dalam proses belajar-mengajar, materi pembelajaran Fikih dipindahkan dari ruang kelas menuju ruang terbuka (outdoor learning).

Dalam kegiatan tersebut, para siswa tampak antusias mengikuti materi bertema "Sumber Hukum Fikih" yang disampaikan oleh guru pengampu mata pelajaran Fikih, Nuri Hermasari.

Pembelajaran di luar ruangan ini terbukti menjadi solusi efektif untuk menciptakan atmosfer belajar yang lebih segar, santai, namun tetap fokus. Materi Sumber Hukum Fikih yang kerap dianggap rumit dan tebal dengan teori, dapat diserap dengan lebih rileks oleh para siswa berkat perubahan suasana lingkungan belajar.

Pendekatan mengajar Nuri Hermasari juga menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Dalam penyampaiannya, ia terlihat sangat akrab dan komunikatif dengan para siswa. Gaya interaksi yang hangat tanpa sekat formalitas berlebih membuat diskusi kelompok dan sesi tanya jawab berlangsung cair.

Nuri mengungkapkan bahwa metode belajar di luar kelas ini sengaja dirancang untuk membangun kedekatan emosional sekaligus membangkitkan minat belajar siswa terhadap materi keagamaan.

"Pembelajaran tidak selalu harus kaku di dalam empat dinding kelas. Dengan memanfaatkan area terbuka madrasah, siswa bisa menghirup udara segar, berpikir lebih jernih, dan tidak merasa jenuh. Ketika suasana hati mereka senang, materi seberat apa pun akan lebih mudah dipahami," ujar Nuri di sela-sela kegiatan.

Para siswa pun menyambut positif inovasi pembelajaran ini. Mereka mengaku lebih bersemangat dan tidak merasa tertekan saat mendalami konsep-konsep hukum Islam.

Inovasi outdoor learning ini diharapkan dapat terus diterapkan secara berkala di MAN 2 Bogor, tidak hanya pada mata pelajaran Fikih, tetapi juga pada mata pelajaran lainnya demi mewujudkan iklim pendidikan madrasah yang adaptif, menyenangkan, dan berbobot.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)