
BOGOR – Panitia Penerimaan
Murid Baru Madrasah (PMBM) MAN 2 Bogor menggelar briefing intensif terkait standardisasi kelulusan Program Reguler untuk Tahun Ajaran
2026/2027. Pertemuan strategis ini berlangsung di Ruang Kepala MAN 2 Bogor pada
Rabu (10/06/2026).
Briefing ini dipimpin
langsung oleh Ketua PMBM, Tulus Pamuji
Santoso, dan dihadiri oleh jajaran inti panitia, antara lain Rohman Suherman, H. Koko Komarudin,
Hilaludin, Siti Rukiyah, serta T.
Asyidah. Agenda utama pertemuan ini adalah menyelaraskan persepsi dan
instrumen penilaian agar proses seleksi berjalan objektif, transparan, dan
akuntabel.
Ketua PMBM, Tulus Pamuji Santoso,
menjelaskan bahwa tahapan krusial yang menentukan kelulusan calon siswa pada
program reguler ini meliputi akumulasi nilai dari seleksi berkas, Computer Based Test (CBT), serta
ujian praktik Baca Tulis Al-Qur`an
(BTQ).
"Melalui briefing ini,
kita memastikan setiap panitia memiliki parameter yang sama dalam menilai,
sehingga calon siswa yang nantinya dinyatakan lolos benar-benar memenuhi
kriteria kompetensi akademik melalui CBT dan memiliki fondasi keagamaan yang
kuat lewat tes baca tulis Al-Qur`an," ujar Tulus.
Di tempat terpisah, Kepala MAN 2
Bogor, Safwan Maulana, memberikan arahan dan pesan kuat kepada seluruh
panitia yang bertugas. Beliau menekankan pentingnya menjaga integritas dan
profesionalitas selama proses penentuan kelulusan.
"MAN 2 Bogor berkomitmen untuk
melahirkan generasi yang unggul dalam IPTEK dan kokoh dalam IMTAK. Oleh karena
itu, saya meminta panitia untuk mengawal proses seleksi ini dengan jujur dan
penuh tanggung jawab. Berikan penilaian yang objektif pada hasil CBT dan
kemampuan BTQ calon siswa, agar kita mendapatkan bibit-bibit terbaik,"
tegas Safwan Maulana.
Dengan persiapan yang matang dan pengawasan yang ketat, MAN 2 Bogor
optimistis proses seleksi Program Reguler tahun ini dapat berjalan lancar serta
mampu menjaring calon peserta didik yang siap berprestasi dan menjaga nama baik
madrasah.
Tulis Komentar