
Bogor, 30 April 2026 — Pagi masih
terasa dingin di kawasan Leuwisadeng, namun deru sapu lidi yang bergesekan
dengan aspal sudah memecah kesunyian. Di bawah sorot sang mentari yang mulai
mengintip pada Kamis (30/04/2026), tampak pemandangan rutin yang menjadi napas
kehidupan di lingkungan MAN 2 Bogor.
Bagi para siswa, lingkungan madrasah yang asri dan bersih adalah penunjang
utama konsentrasi belajar. Namun, di balik kenyamanan tersebut, ada sosok-sosok
tangguh yang bekerja dalam senyap jauh sebelum bel masuk berbunyi. Salah
satunya adalah Bapak Utis Sutisna, seorang petugas kebersihan yang
dedikasinya telah menjadi pondasi kenyamanan di madrasah ini.
Setiap harinya, sebelum koridor dipenuhi riuh rendah langkah kaki siswa, Pak
Utis sudah memastikan setiap sudut sekolah bebas dari debu dan sampah. Tugas
ini bukanlah hal yang ringan; mencakup pembersihan ruang kelas, halaman luas,
hingga fasilitas umum yang digunakan oleh ratusan warga sekolah.
"Kebersihan itu bagian dari
iman, tapi bagi kami di sini, kebersihan adalah kenyamanan anak-anak untuk
menuntut ilmu. Kalau sekolah bersih, hati juga tenang saat belajar,"
ujar Pak Utis dengan senyum bersahaja di sela aktivitasnya.
Dedikasi yang ditunjukkan oleh Pak Utis dan tim kebersihan lainnya tidak
luput dari perhatian pihak madrasah. Apresiasi tinggi mengalir dari jajaran
guru dan staf. Mereka menyadari bahwa tanpa kerja keras tim kebersihan, proses
pendidikan di MAN 2 Bogor tidak akan berjalan seoptimal sekarang.
Pihak sekolah berharap semangat yang dimiliki Pak Utis dapat menular kepada
para siswa, bukan hanya dalam hal menjaga kebersihan, tetapi juga dalam hal
ketulusan dalam menjalankan tanggung jawab.
Tulis Komentar