Siswa Kelas X-G MAN 2 Bogor Selami Sejarah Daulah Umayyah di Laboratorium KomputerSiswa Kelas X-G MAN 2 Bogor Selami Sejarah Daulah Umayyah di Laboratorium Komputer
Siswa Kelas X-G MAN 2 Bogor Selami Sejarah Daulah Umayyah di Laboratorium Komputer

Bogor, 19 Mei 2026 Suasana berbeda terlihat di Laboratorium Komputer MAN 2 Bogor pada Selasa (19/05/2026). Puluhan siswa kelas X-G tampak antusias mengikuti mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Bukan sekadar membaca buku teks, kali ini mereka memanfaatkan teknologi canggih Interactive Flat Panel (IFP) dan perangkat Smart TV untuk mendalami materi sejarah Daulah Umayyah.

Langkah inovatif ini diambil untuk menghadirkan visualisasi sejarah yang lebih hidup dan interaktif. Dengan bantuan IFP, siswa tidak hanya mendengarkan narasi, tetapi juga dapat melihat peta ekspansi wilayah, lini masa pemerintahan, hingga peninggalan arsitektur Islam abad pertengahan secara digital.


Guru pengampu mata pelajaran SKI, Ahmad Nugraha Azhari M, menjelaskan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran sejarah sangat penting untuk menarik minat generasi muda. Menurutnya, pengenalan sejarah Islam seperti era Daulah Umayyah membutuhkan media yang mampu memicu daya imajinasi siswa.

"Melalui perangkat Interactive Flat Panel ini, materi yang tadinya dianggap abstrak atau sekadar hafalan tahun, berubah menjadi lebih visual dan dinamis. Siswa bisa berinteraksi langsung, menganalisis peta perkembangan Islam, dan memahami nilai-nilai sejarah dengan cara yang lebih dekat dengan dunia digital mereka," ujar Ahmad Nugraha Azhari.

Kegiatan yang berlangsung di laboratorium komputer ini berjalan dengan interaktif. Para siswa kelas X-G tidak hanya bertindak sebagai audiens, melainkan ikut aktif dalam sesi diskusi dan simulasi materi yang ditampilkan di layar pintar tersebut.

Melalui pembelajaran berbasis teknologi ini, MAN 2 Bogor terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu akademik dengan menyelaraskan nilai-nilai keagamaan dan perkembangan teknologi modern, demi melahirkan generasi yang melek digital sekaligus kokoh dalam pemahaman sejarah Islam.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)