
Bogor, 01 Mei 2026 — Semangat pengabdian luar biasa kembali terpancar dari lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bogor. Di saat riuh rendah aktivitas sekolah biasanya terhenti karena peringatan hari libur nasional, suasana berbeda justru terasa di ruang seni. Alunan merdu instrumen tradisional tetap bergema, mengiringi dedikasi seorang pendidik yang tak kenal waktu, Jumat (01/05).
Adalah Bapak H. Koko Komarudin, seorang guru seni yang memilih untuk tetap hadir di sekolah demi membimbing para siswanya dalam latihan musik gamelan. Baginya, hari libur bukanlah penghalang, melainkan kesempatan emas untuk memberikan perhatian lebih mendalam pada pelestarian budaya bangsa.
Dedikasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata dari komitmen tinggi dalam menjaga kelestarian budaya Sunda. Di tengah gempuran tren musik modern, Bapak H. Koko Komarudin dengan penuh kesabaran memastikan bahwa tongkat estafet tradisi tidak terputus di tangan generasi muda.
"Musik gamelan bukan hanya soal memukul bilah perunggu atau kayu, tapi tentang rasa, disiplin, dan kekompakan tim," ujar salah satu siswa yang turut hadir dalam latihan tersebut.
Kehadiran Bapak H. Koko di hari libur ini menjadi inspirasi bagi lingkungan MAN 2 Bogor. Langkahnya mencerminkan bahwa mendidik bukan hanya soal menuntaskan kurikulum di dalam kelas, tetapi juga soal membina bakat dan membentuk karakter siswa melalui seni.
Melalui dentuman gong dan petikan saron yang dipandu oleh tangan dinginnya, MAN 2 Bogor terus membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga teguh dalam menjaga akar identitas budaya Indonesia.
Tulis Komentar