
Bogor – Atmosfer membara menyelimuti Lapangan Olahraga Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bogor pada Senin
(15/06/2026). Turnamen Bulutangkis Tahunan yang menjadi salah satu agenda
paling bergengsi di lingkungan madrasah tersebut resmi mencapai puncaknya dalam
laga final yang penuh tensi dan drama.
Ada yang unik dari gelaran tahun ini. Berbeda dari turnamen biasanya,
panitia menerapkan sistem kolaborasi acak yang mempertemukan unsur Pendidik (Guru) dan Tenaga Kependidikan (Tata Usaha/TU)
dalam satu tim. Langkah ini dinilai sukses besar dalam melebur sekat birokrasi
dan menyatukan seluruh elemen madrasah dalam semangat sportivitas.
Partai puncak yang memperebutkan gelar Juara 1 menyajikan duel berkelas yang
mempertemukan para petinggi dan staf madrasah. Di satu sisi lapangan, Kepala MAN 2 Bogor, Safwan Maulana, yang
berpasangan dengan Abdul Aziz, harus
berhadapan dengan duet tangguh Cecep Epi
Karwapi dan Tulus Pamuji Santoso.
Sejak set pertama dimulai, gemuruh dukungan dari para siswa dan rekan
sejawat riuh rendah memenuhi GOR. Kedua pasangan tampil all-out, saling
kejar-mengejar angka dengan penempatan bola yang cerdik dan sesekali diwarnai smash
tajam.
Safwan Maulana/Abdul Aziz tampil solid dengan pertahanan yang rapat,
sementara pasangan Cecep Epi/Tulus Pamuji memberikan perlawanan sengit lewat
serangan-serangan cepat yang merepotkan lawan.
Kepala MAN 2 Bogor, Safwan Maulana, menyampaikan bahwa turnamen ini bukan
sekadar ajang unjuk kebolehan di lapangan penepak bulu angsa, melainkan wadah
krusial untuk mempererat tali silaturahmi.
"Ini adalah agenda bergengsi
tahunan kita, namun esensi utamanya adalah kebersamaan. Dengan kolaborasi acak
antara Guru dan TU, kita ingin membangun sinergi yang lebih kuat. Di lapangan
kita bertanding sebagai atlet, di luar lapangan kita adalah satu tim besar
untuk memajukan MAN 2 Bogor," ujar Safwan usai laga.
Turnamen Bulutangkis MAN 2 Bogor 2026 ini sukses ditutup dengan penyerahan
piala kepada sang Juara 1. Acara ini tidak hanya
meninggalkan keringat dan senyum kemenangan, tetapi juga membuktikan
bahwa semangat kompak dan kekeluargaan di lingkungan MAN 2 Bogor tetap menyala
pasca-kompetisi.
Tulis Komentar