
Bogor, 30
April 2026 — Suasana belajar yang berbeda tampak dilakukan oleh
siswa MAN 2 Bogor dalam kegiatan
pembelajaran materi rantai makanan yang tidak lagi berlangsung di dalam kelas.
Pada Kamis (30/04), dengan memanfaatkan area luar ruangan, proses belajar
menjadi jauh lebih menarik, interaktif, dan menantang bagi para siswa.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya inovatif dari guru pengampu, Ibu
Neng Friesda Jamilah Friatna, dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak
monoton. Beliau mendorong siswa untuk lebih aktif memahami konsep ekosistem
secara langsung melalui observasi lapangan.
Dengan latar lingkungan terbuka di area kampus, para siswa diajak untuk
mengamati berbagai komponen biotik dan abiotik yang ada di sekitar. Mereka
mencari tahu hubungan antara tumbuhan, serangga, hingga hewan-hewan kecil yang
menjadi bagian penting dalam siklus rantai makanan.
"Pembelajaran di luar ruangan
memberikan ruang bagi siswa untuk melihat realitas dari teori yang mereka baca
di buku. Hal ini membantu mereka memahami bagaimana keseimbangan ekosistem
bekerja di alam nyata," ujar Ibu Neng Friesda di sela-sela kegiatan.
Para siswa terlihat antusias menyisir area taman dan lingkungan sekolah.
Tidak hanya sekadar mencatat, mereka juga ditantang untuk mengidentifikasi
peran masing-masing organisme, mulai dari produsen, konsumen, hingga pengurai,
yang mereka temukan di lapangan.
Metode outdoor learning ini terbukti efektif dalam meningkatkan
partisipasi siswa. Selain menyegarkan pikiran dari kejenuhan ruang kelas,
kegiatan ini melatih ketelitian serta kemampuan analisis siswa dalam memetakan
interaksi mahluk hidup di lingkungan mereka sendiri.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Bogor terus berkomitmen untuk menghadirkan variasi metode pembelajaran yang kreatif guna meningkatkan kualitas akademik dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar.
Tulis Komentar