
Bogor – Upaya mempererat hubungan antara pendidik dan peserta didik sekaligus menegakkan kedisiplinan terus konsisten dilakukan di MAN 2 Bogor. Pada Selasa (11/8/2026) pagi, jajaran guru piket kembali menjalankan rutinitas harian dengan menyambut kedatangan para siswa tepat di depan gerbang utama sekolah.

Kegiatan
yang dimulai sejak pukul 06.15 sampai 06.30 WIB ini berlangsung penuh
kehangatan. Lima guru piket yang bertugas pada Selasa pagi, yakni
1. Saep Sukandar,
2. Nuri Hermasari,
3. Mufti Ma'Rifah,
4. Asri Lesta Ferdiani,
5. Farah Fauziyyah,
tampak
berdiri jajar menyapa setiap siswa yang melangkahkan kaki memasuki area
madrasah.
Dengan
senyum ramah, para guru memberikan salam, menanyakan kabar singkat, serta
memastikan kerapian seragam dan ketepatan waktu kedatangan siswa. Rutinitas
sederhana ini terbukti menjadi ruang interaksi positif yang efektif sebelum
kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai.
Perwakilan guru piket, Saep
Sukandar,
menyampaikan bahwa tradisi menyambut siswa di gerbang bukan sekadar prosedur
formal pemeriksaan kehadiran atau atribut sekolah, melainkan wadah untuk
membangun ikatan emosional.
"Melalui prapembelajaran
seperti ini, kami ingin menciptakan suasana madrasah yang ramah dan aman bagi
siswa. Senyuman dan sapaan di pagi hari bisa meningkatkan motivasi belajar
mereka, sekaligus membentuk karakter disiplin secara humanis tanpa kesan
menakutkan," ujarnya.
Kegiatan penyambutan pagi ini telah menjadi budaya terintegrasi di MAN 2 Bogor. Selain menekan angka keterlambatan, pembiasaan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) di gerbang sekolah ini berhasil memupuk rasa saling menghormati dan mempererat keakraban antara warga madrasah.
Tulis Komentar