
Bogor, 25 Mei 2026 – Semangat kedisiplinan kembali
mewarnai lapangan utama MAN 2 Bogor
pada Senin pagi (25/05/2026). Upacara bendera mingguan kali ini terasa istimewa
berkat kolaborasi apik dari empat organisasi dan ekstrakurikuler sekolah, yaitu
Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), Majelis
Permusyawaratan Kelas (MPK), Paduan Suara (Padus), dan Paskibra.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin madrasah, di mana petugas upacara digilir secara bergantian berdasarkan penunjukan dan penjadwalan langsung oleh Wakil Kepala Madrasah (Waka) Bidang Kesiswaan. Kombinasi performa Paskibra yang derap langkahnya presisi serta alunan harmonis dari tim Paduan Suara berhasil membuat upacara berlangsung dengan sangat khidmat.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala
Tata Usaha MAN 2 Bogor, H.
Rahmatulloh. Dalam amanatnya di pertengahan upacara, beliau menyampaikan
dua poin penting yang menjadi perhatian seluruh civitas akademika dalam waktu
dekat.
·
Persiapan Maksimal Menghadapi ASAT : H. Rahmatulloh
mengimbau seluruh siswa untuk mulai merapatkan barisan dan fokus belajar. Hal
ini dikarenakan kalender akademik akan segera memasuki masa Asesmen Sumatif
Akhir Tahun (ASAT). Beliau menekankan pentingnya manajemen waktu yang baik agar
para siswa meraih hasil yang optimal.
·
Sambut Iduladha dengan Lomba Ngeliwet : Menjelang Hari
Raya Iduladha atau ibadah kurban yang sudah di depan mata, beliau membawa kabar
gembira yang disambut antusias oleh para siswa. Madrasah berencana memeriahkan
momen tersebut dengan menggelar lomba memasak nasi liwet (ngeliwet) antar kelas.
Lomba ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan, kerja sama, dan melestarikan
tradisi keakraban di lingkungan madrasah.
"Persiapkan
diri kalian dengan sebaik-baiknya untuk menghadapi ASAT yang sudah di depan
mata. Jaga kesehatan dan fokus belajar. Selain itu, menyambut Iduladha nanti,
kita akan mengadakan lomba ngeliwet. Semoga ini bisa menjadi momentum untuk
mempererat kebersamaan kita semua," ujar H. Rahmatulloh dalam
amanatnya.
Upacara ditutup dengan pembacaan doa bersama dan pembubaran barisan secara tertib oleh pemimpin upacara. Seluruh siswa kemudian kembali ke kelas masing-masing untuk memulai kegiatan belajar mengajar dengan semangat baru.
Tulis Komentar