Kokurikuler KASIH MAN 2 Bogor, Tingkatkan Kesadaran Kebersihan Diri SiswaKokurikuler KASIH MAN 2 Bogor, Tingkatkan Kesadaran Kebersihan Diri Siswa
Kokurikuler KASIH MAN 2 Bogor, Tingkatkan Kesadaran Kebersihan Diri Siswa

BogorMAN 2 Bogor terus berkomitmen membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap kebersihan pribadi. Melalui program Kokurikuler KASIH (Kamis Bersih), madrasah menggelar kegiatan pemeriksaan kebersihan diri bagi seluruh siswa-siswi pada Kamis (13/08/2026) pagi.


Kegiatan yang berlangsung pukul 06.30 hingga 07.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Iqbal Hidayat Noor, dengan didampingi oleh jajaran guru dan tenaga pendidik MAN 2 Bogor.

Mendidik Kebersihan Diri, Membentuk Kepribadian

Program KASIH tidak sekadar menitikberatkan pada kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga menyasar penanaman kebiasaan hidup bersih pada diri setiap individu siswa. Dalam penertiban dan pemeriksaan rutin tersebut, para guru mengecek kerapian serta kebersihan kuku, rambut, seragam, hingga atribut persekolahan para siswa sebelum memulainya aktivitas belajar-mengajar.

Waka Kurikulum MAN 2 Bogor, Iqbal Hidayat Noor, menegaskan bahwa kebersihan fisik merupakan cerminan dari kebersihan kepribadian seorang muslim.

"Melalui langkah strategis dalam program Kokurikuler KASIH ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan diri adalah fondasi utama dalam membentuk karakter dan kepribadian yang sehat, disiplin, serta bertanggung jawab," ujar Iqbal di sela-sela kegiatan.

Menjadi Budaya dan Pembiasaan Positif

Pelaksanaan kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB ini mendapat antusiasme dan respons positif dari seluruh warga madrasah. Kedisiplinan hadir tepat waktu serta kesiapan diri para siswa menjadi indikator keberhasilan pembiasaan rutin ini.

Pihak sekolah berharap, melalui konsistensi program Kamis Bersih, nilai-nilai kebersihan dapat melekat menjadi bagian dari gaya hidup siswa, baik di lingkungan madrasah, rumah, maupun di tengah masyarakat luas.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)