Cinta sebagai Kompas Merancang Visi dan Arah Baru PendidikanCinta sebagai Kompas Merancang Visi dan Arah Baru Pendidikan
Cinta sebagai Kompas Merancang Visi dan Arah Baru Pendidikan

BogorMadrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bogor menggelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta pada Senin (06/07/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 2 Bogor ini dimulai tepat pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh jajaran pendidik serta tenaga kependidikan madrasah.

Workshop yang mengusung konsep segar ini menghadirkan Didin sebagai pemateri pertama. Dalam paparannya, Didin secara gamblang "membongkar" apa dan bagaimana implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan pendidikan modern.

Menurut Didin, pendekatan berbasis kasih sayang bukan berarti menghilangkan ketegasan, melainkan menyandarkan seluruh proses belajar-mengajar pada rasa kepedulian yang mendalam terhadap potensi keunikan setiap siswa.

"Kurikulum Berbasis Cinta adalah seni mendidik dengan hati. Ketika guru mengajar dengan cinta, maka materi sesulit apa pun akan diterima dengan bahagia oleh siswa," ujar Didin di hadapan para peserta workshop.

Dalam sesi pertamanya, Didin menekankan beberapa pilar utama yang harus dibangun oleh para guru, di antaranya:

·         Pendekatan Humanis: Menempatkan siswa sebagai subjek belajar yang dihargai, bukan sekadar objek transfer ilmu.

·         Komunikasi Empatis: Membangun ruang dialog yang aman dan nyaman antara guru dan murid demi meminimalkan tekanan psikologis (stres belajar).

·         Apresiasi Proses: Mengutamakan perkembangan karakter dan usaha siswa, bukan sekadar terpaku pada nilai angka di atas kertas.

Suasana Aula MAN 2 Bogor tampak hidup dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Banyak guru yang aktif berdiskusi dan melempar pertanyaan terkait tantangan penerapan metode ini di era digital.

Melalui workshop ini, MAN 2 Bogor berkomitmen untuk terus bertransformasi menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak, religius, dan penuh cinta, guna mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)