
Bogor,
15 April 2026 —
Kegiatan ini dirancang untuk mengukur sejauh mana kemahiran siswa dalam menulis ayat-ayat suci Al-Qur’an sesuai dengan kaidah penulisan yang benar. Terdapat tiga poin utama yang menjadi indikator penilaian tim penguji:
Ketepatan Penulisan: Kesesuaian huruf dan harakat agar tidak mengubah makna.
Kerapihan: Estetika tulisan dan kebersihan lembar kerja.
Kesesuaian Kaidah: Kepatuhan terhadap tata cara penulisan Arab (Khat) yang standar.
Pantauan di lokasi menunjukkan para siswa tampak sangat fokus. Dengan pena di tangan, mereka menggoreskan tinta di atas kertas dengan penuh hati-hati. Tidak ada suasana gaduh; yang terdengar hanyalah keseriusan dalam menyelesaikan tugas yang menjadi syarat kelulusan ini.
"Ujian ini bukan sekadar menyalin teks, tapi melatih kesabaran dan ketelitian. Kami ingin memastikan setiap huruf dan tanda baca tertulis dengan sempurna sesuai dengan aslinya di mushaf," ujar salah satu siswa peserta ujian.
Pihak sekolah menyatakan bahwa ujian praktik menulis Al-Qur’an ini bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan dasar keagamaan yang kuat sebelum mereka terjun ke masyarakat atau melanjutkan ke perguruan tinggi. Menulis Al-Qur'an secara teliti dipercaya mampu menanamkan rasa cinta dan kedekatan spiritual terhadap kitab suci.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Bogor berharap lulusannya tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman keterampilan religius yang mumpuni. Ujian berlangsung tertib hingga sesi berakhir, menandai satu langkah lagi bagi kelas XII menuju gerbang kelulusan.
Tulis Komentar