Suara Sapu di Kala Fajar Bagaimana Ia Menjaga Wajah Madrasah KitaSuara Sapu di Kala Fajar Bagaimana Ia Menjaga Wajah Madrasah Kita
Suara Sapu di Kala Fajar Bagaimana Ia Menjaga Wajah Madrasah Kita

Bogor, 28 April 2026 – Saat mentari baru saja menyembul di ufuk timur dan embun masih membasahi dedaunan, suasana di lingkungan MAN 2 Bogor sudah mulai berdenyut. Di tengah sunyinya pagi yang masih dibalut udara dingin, sebuah irama khas mulai terdengar: srek... srek... srek... Itulah suara sapu lidi yang beradu dengan aspal dan lantai semen, sebuah melodi pembuka hari yang menandai dimulainya aktivitas di madrasah ini.

Sosok setia yang mengawali hari tersebut adalah Bapak Utis Sutisna, seorang pegawai kebersihan di MAN 2 Bogor. Bagi Pak Utis, fajar bukan sekadar pergantian waktu, melainkan garis start untuk memastikan bahwa "wajah" madrasah siap menyambut kedatangan ratusan siswa dan guru dengan senyuman kebersihan.

Pengabdi dalam Sunyi

Ketika sebagian besar orang masih terlelap atau baru saja beranjak dari peraduan, Pak Utis sudah berjibaku dengan tumpukan daun kering dan sisa-sisa debu kemarin. Dengan seragam khasnya, ia menyisir setiap sudut halaman, koridor, hingga selasar kelas.

"Kebersihan itu bagian dari iman, tapi bagi saya, ini juga tentang kenyamanan anak-anak belajar. Kalau lingkungannya asri dan bersih, ilmu pun lebih mudah masuk," ujar Pak Utis sambil menyeka peluh di dahinya.

Kehadirannya mungkin jarang menjadi pusat perhatian di tengah hiruk-pikuk prestasi akademik atau kegiatan kesiswaan. Namun, tanpa "suara sapu" di kala fajar tersebut, wajah MAN 2 Bogor tentu tak akan seelok sekarang.

Menjaga Marwah Madrasah

Peran Pak Utis lebih dari sekadar menyapu. Ia adalah penjaga kenyamanan dan estetika lingkungan pendidikan. Ada dedikasi yang tulus dalam setiap ayunan tangannya. Melalui kerjanya, ia mengajarkan nilai-nilai yang tidak tertulis dalam buku teks:

  • Kedisiplinan: Hadir sebelum bel masuk berbunyi untuk memastikan lingkungan steril.
  • Ketulusan: Bekerja di balik layar demi kelancaran aktivitas orang lain.
  • Tanggung Jawab: Merawat fasilitas umum seolah milik pribadi.

Apresiasi untuk Sang Penjaga Fajar

Pihak madrasah dan para siswa mengakui bahwa keberadaan Pak Utis adalah pilar penting dalam ekosistem sekolah. Lingkungan yang bersih menciptakan atmosfer positif yang mendukung proses belajar mengajar.

"Kita sering melihat madrasah yang indah dan bersih, tapi kadang lupa ada tangan-tangan hebat yang bekerja sebelum kita datang. Pak Utis adalah salah satunya," ungkap salah seorang siswa yang kerap berpapasan dengannya di pagi hari.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)