
Bogor,
12 Mei 2026 – Suasana ruang kelas di MAN 2 Bogor tampak berbeda dari biasanya pada Rabu (13/05). Alunan
narasi legenda Nusantara memenuhi ruangan, mengiringi deretan karya visual yang
memukau. Para siswa terlihat antusias mengikuti sesi presentasi proyek
pembelajaran inovatif yang berhasil menggabungkan unsur literasi, seni, dan
teknologi digital.
Kegiatan ini
merupakan puncak dari metode pembelajaran berbasis proyek (Project Based
Learning) yang dibimbing langsung oleh Ibu Dyah Nahdotun Nisa. Di
bawah arahan beliau, para siswa ditantang untuk tidak sekadar membaca, tetapi
juga menghidupkan kembali kekayaan budaya Indonesia ke dalam bentuk diorama
kreatif yang edukatif.
Apa yang
membuat proyek ini istimewa adalah integrasi teknologi digital di dalam karya
fisik. Setiap diorama tidak hanya menampilkan miniatur tokoh dan latar cerita
rakyat, tetapi juga dilengkapi dengan:
Ibu Dyah
Nahdotun Nisa menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan untuk mendekatkan generasi
muda dengan akar budayanya melalui cara yang relevan dengan zaman sekarang.
"Kami
ingin siswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga kreator yang
mampu melestarikan legenda Nusantara dengan sentuhan kreativitas modern,"
ungkapnya di sela-sela kegiatan.
Melalui proyek ini, MAN 2 Bogor membuktikan bahwa pendidikan karakter dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan keterampilan teknis. Ruang kelas pun berubah menjadi galeri seni yang sarat akan nilai moral dan sejarah, memastikan bahwa legenda Nusantara akan tetap hidup di tangan generasi masa depan.
Tulis Komentar