Siswa MAN 2 Bogor Gelar Praktik Simulasi Pernikahan Sesuai SyariatSiswa MAN 2 Bogor Gelar Praktik Simulasi Pernikahan Sesuai Syariat
Siswa MAN 2 Bogor Gelar Praktik Simulasi Pernikahan Sesuai Syariat

Bogor, 21 April 2026 – Suasana khidmat layaknya prosesi pernikahan sungguhan menyelimuti lingkungan MAN 2 Bogor. Bukan acara pernikahan staf atau guru, melainkan sebuah kegiatan praktik mata pelajaran Fiqih yang diikuti oleh para siswa. Dengan mengusung tema prosesi pernikahan sesuai syariat Islam, kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mempraktikkan langsung teori hukum munakahat yang telah dipelajari di kelas.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai rukun dan syarat sahnya pernikahan, sekaligus membekali siswa dengan pengetahuan tentang adab dan tata cara yang benar menurut agama.



Praktik Komprehensif: Dari Khitbah Hingga Ijab Kabul

Dibawah bimbingan guru mata pelajaran Fiqih, Ibu Nuri Hermasari, S.H.I., para siswa dibagi ke dalam berbagai peran, mulai dari sepasang mempelai, wali nikah, saksi, hingga petugas KUA. Simulasi ini dilakukan secara mendetail dengan alur yang runut sesuai aturan syariat:

  1. Prosesi Khitbah (Peminangan): Siswa mempraktikkan cara pengajuan pinangan yang sopan dan sesuai tuntunan.

  2. Akad Nikah: Menjadi inti kegiatan, di mana siswa belajar melafalkan ijab kabul secara lancar dan tepat di hadapan saksi serta wali.

  3. Doa dan Nasihat Pernikahan: Simulasi ditutup dengan pembacaan doa keberkahan serta pemberian nasihat singkat mengenai hak dan kewajiban dalam rumah tangga.

Belajar Melalui Pengalaman Nyata

Ibu Nuri Hermasari, S.H.I., menjelaskan bahwa metode simulasi ini jauh lebih efektif dibandingkan sekadar menghafal teks di buku. Menurutnya, pemahaman tentang fiqih munakahat sangat krusial bagi remaja agar mereka memiliki pandangan yang benar tentang sakralnya sebuah pernikahan.

"Praktik ini kami gelar agar siswa benar-benar memahami bahwa pernikahan dalam Islam bukan hanya soal seremonial, tetapi ada ikatan hukum dan agama yang kuat. Dengan praktik langsung, mereka bisa memahami mana yang menjadi rukun, syarat sah, hingga adab-adab yang menyertainya," jelas Ibu Nuri di sela-sela kegiatan.

Antusiasme Siswa dalam Pembelajaran

Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan praktik. Dengan mengenakan busana formal yang rapi, mereka menunjukkan keseriusan dalam memerankan tugas masing-masing. Melalui kegiatan ini, aspek kognitif dan psikomotorik siswa terasah secara bersamaan.

Diharapkan dengan adanya praktik simulasi pernikahan ini, siswa MAN 2 Bogor tidak hanya unggul dalam nilai akademik, tetapi juga memiliki bekal pemahaman agama yang kuat dan aplikatif untuk kehidupan mereka di masa depan.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)