Siswa Kelas XI D MAN 2 Bogor Cari Suasana Baru, Pelajari Kepemimpinan Lewat Al-Qur`an Hadits di LuarSiswa Kelas XI D MAN 2 Bogor Cari Suasana Baru, Pelajari Kepemimpinan Lewat Al-Qur`an Hadits di Luar Kelas
Siswa Kelas XI D MAN 2 Bogor Cari Suasana Baru, Pelajari Kepemimpinan Lewat Al-Qur`an Hadits di Luar

Bogor, 07 Mei 2026 —  Suasana pembelajaran di MAN 2 Bogor tampak berbeda dari biasanya pada Kamis (07/05). Siswa kelas XI D memutuskan untuk meninggalkan penatnya ruang kelas demi mendapatkan suasana segar dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) mata pelajaran Al-Qur’an Hadits.

Mengambil lokasi di area terbuka lingkungan sekolah, para siswa tampak antusias mengikuti materi bertajuk “Hafalan Al-Qur’an Hadits tentang Kepemimpinan untuk Generasi Berkarakter.” Inisiatif belajar di luar ruang ini diambil untuk membangun semangat baru serta memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan rileks.

Guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadits, Ibu Dyah Nahdotun Nisa, menyampaikan bahwa pemilihan lokasi belajar di luar kelas ini merupakan respons atas keinginan siswa yang mengharapkan variasi suasana. Menurutnya, lingkungan yang terbuka dapat membantu daya ingat siswa saat melakukan setoran hafalan maupun memahami esensi dari dalil-dalil kepemimpinan.

"Kepemimpinan bukan sekadar teori, tapi tentang karakter. Dengan belajar di alam terbuka seperti ini, diharapkan siswa lebih mudah meresapi nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadits, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas kepemimpinan yang kuat," ujar Ibu Dyah di sela-sela kegiatan.

Dalam sesi tersebut, satu per satu siswa melantunkan hafalan hadits terkait tanggung jawab seorang pemimpin. Diskusi interaktif pun mengalir hangat, membahas bagaimana sosok pemimpin ideal menurut pandangan Islam yang harus diterapkan sejak dini dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi role model bagi kelas lain dalam menciptakan inovasi pembelajaran, sehingga materi yang dianggap berat seperti hafalan hadits dapat diterima dengan menyenangkan tanpa mengurangi kekhusyukan dan kedalaman maknanya.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)