
Bogor — Suasana di ruang Kepala MAN 2 Bogor tampak berbeda dari biasanya pada Kamis (23/07/2026). Ruangan tersebut mendadak ditransformasi menjadi pusat pencetakan ijazah digital untuk lulusan Tahun Pelajaran 2026.

Wakil Kepala (Waka) Bidang Kurikulum
MAN 2 Bogor, Iqbal Hidayat Noor, memimpin langsung proses vital ini. Dalam
pelaksanaannya, Iqbal didampingi oleh tim kurikulum
dan staf, yakni Susilawati dan Hilaludin, yang secara intensif
memantau setiap tahapan pencetakan.
Pencetakan
ijazah digital ini membutuhkan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Tim
terlihat sibuk melakukan pemeriksaan ganda (double-checking) terhadap
keabsahan data siswa serta kondisi fisik kertas blanko ijazah sebelum masuk ke
mesin cetak. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada kesalahan penulisan
nama, Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), maupun data kelulusan lainnya.
"Proses ini membutuhkan
ketelitian ekstra. Kami harus memastikan data yang tertera pada ijazah digital
sesuai 100% dengan data induk siswa, sekaligus memastikan kertas blanko yang
digunakan dalam kondisi sempurna tanpa cacat," ujar tim di sela-sela kegiatan.
Penggunaan
ruang Kepala Madrasah sebagai lokasi pencetakan dilakukan demi menjaga
keamanan, kerahasiaan, serta kenyamanan penataan dokumen-dokumen penting negara
tersebut.
Dengan
mulainya proses pencetakan ini, pihak MAN 2 Bogor menargetkan seluruh ijazah
digital dapat terselesaikan tepat waktu sehingga dapat segera diserahkan kepada
para alumni Tahun 2026 untuk keperluan melanjutkan pendidikan ke jenjang
perguruan tinggi maupun dunia kerja.
Tulis Komentar