MAN 2 Bogor Ikuti Pengimbasan Implementasi Pendidikan Anti Korupsi di SMAN 1 CiteureupMAN 2 Bogor Ikuti Pengimbasan Implementasi Pendidikan Anti Korupsi di SMAN 1 Citeureup
MAN 2 Bogor Ikuti Pengimbasan Implementasi Pendidikan Anti Korupsi di SMAN 1 Citeureup

 Bogor, 12 November 2025 – MAN 2 Bogor berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pengimbasan Implementasi Pendidikan Anti Korupsi (PAK) yang dilaksanakan di SMAN 1 Citeureup pada Rabu, 12 November 2025, pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan memperkuat nilai integritas dan membangun ekosistem pendidikan bebas praktik korupsi.

Kegiatan PAK merupakan hasil kolaborasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dan Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Kepala KCD I Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta perwakilan dari 20 sekolah/madrasah di sekitar Kabupaten Bogor, termasuk MAN 2 Bogor.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh MC dari Tim KPK, dilanjutkan sambutan oleh Kepala KCD I Dinas Pendidikan Jawa Barat, dan paparan materi oleh narasumber berkompeten.

Materi pertama, Peta Kompetensi Pendidikan Anti Korupsi, dipaparkan oleh Ibu Anis Wijayanti, Kasatgas Menengah Dit. Jardik KPK, yang menekankan pentingnya pembentukan karakter dan perubahan cara pandang sejak dunia pendidikan untuk mencegah praktik korupsi.

Materi kedua, Pengimbasan Implementasi PAK di SMAN 1 Citeureup, disampaikan oleh Ibu Vera Varianti, M.Pd., Kepala SMAN 1 Citeureup, dengan tema “Menguatkan Integritas, Membangun Generasi Anti Korupsi melalui Program Perisai Gemilang.” Beberapa program yang diperkenalkan antara lain:

  • Insersi nilai-nilai antikorupsi dalam mata pelajaran
  • Asesmen berbasis komputer menggunakan aplikasi PIJAR
  • Forum duta integritas
  • Stop bullying melalui kolom cerita peduli SMANSA

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Ahmad Yani, S.Pd, guru dari MAN 2 Bogor, menanyakan strategi penerapan PAK secara komprehensif meski tidak masuk kurikulum, serta cara menghadapi tantangan implementasinya. Jawaban menekankan perlunya sinergi penguatan karakter, budaya sekolah jujur, dan tata kelola transparan agar PAK dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Hasil dan tindak lanjut kegiatan ini mencakup peningkatan pemahaman peserta terhadap strategi implementasi PAK, komitmen sekolah pengimbas untuk meniru model SMAN 1 Citeureup, dan fokus pengembangan pada tiga dimensi utama: karakter, ekosistem, dan tata kelola. Kegiatan ini diharapkan menjadi katalis bagi terbentuknya jejaring sekolah berintegritas di Kabupaten Bogor dan sekitarnya.

Kegiatan ini berjalan lancar dan sukses, dan diharapkan MAN 2 Bogor serta sekolah lain dapat mengembangkan nilai-nilai antikorupsi di lingkungan masing-masing untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berkarakter dan berintegritas tinggi.

Peserta MAN 2 Bogor:
Ahmad Yani, S.Pd (NIP. 197907232022211009)

 



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)