
Bogor – Dalam upaya mengenalkan
sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia, murid kelas XII E Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bogor melaksanakan praktik mencanting batik pada mata pelajaran Seni Budaya, Jumat 23/10/2026.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan
MAN 2 Bogor ini dibimbing langsung Asri Lesta Ferdiani, selaku Guru Seni Budaya.
Praktik mencanting batik ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung
kepada murid dalam memahami proses pembuatan batik tradisional. Melalui
kegiatan tersebut, murid tidak hanya mempelajari teori mengenai seni batik,
tetapi juga berkesempatan mengembangkan kreativitas, ketelitian, kesabaran,
serta keterampilan dalam menghasilkan karya seni.
Dalam pelaksanaannya, murid kelas XII E mempraktikkan teknik mencanting menggunakan alat canting dan malam atau lilin batik untuk membentuk motif pada kain. Proses ini membutuhkan konsentrasi dan kehati-hatian agar malam dapat mengikuti pola yang telah dibuat dengan baik. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman pembelajaran yang menarik sekaligus memberikan pemahaman mengenai proses panjang di balik keindahan sehelai kain batik.

Guru Seni Budaya MAN 2 Bogor, Asri
Lesta Firdiani, menyampaikan bahwa pembelajaran praktik membatik merupakan
salah satu cara untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya
bangsa.
“Melalui praktik mencanting batik
ini, saya ingin murid tidak hanya mengenal batik sebagai warisan budaya
Indonesia, tetapi juga memahami proses pembuatannya secara langsung. Membatik
membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan kreativitas. Harapannya, kegiatan ini
dapat menumbuhkan rasa bangga sekaligus kepedulian murid untuk terus
melestarikan budaya bangsa,” ungkap Asri.
Salah satu murid kelas XII E, Hafidz,
turut menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan praktik mencanting
batik. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang menyenangkan
sekaligus menantang.
“Menurut saya, praktik mencanting
batik ini sangat menarik karena kami bisa merasakan langsung bagaimana proses
membuat batik. Awalnya terlihat mudah, tetapi ternyata membutuhkan kesabaran
dan ketelitian agar hasil cantingannya rapi. Dari kegiatan ini, saya jadi lebih
menghargai karya para pengrajin batik dan semakin bangga dengan budaya
Indonesia,” ujar Hafidz.
Melalui kegiatan ini, pembelajaran Seni Budaya di MAN 2 Bogor menjadi lebih
interaktif dan bermakna. Murid dapat mengembangkan keterampilan seni sekaligus
memahami nilai-nilai budaya yang terkandung dalam proses pembuatan batik,
seperti ketekunan, kreativitas, dan penghargaan terhadap karya tradisional.
Diharapkan praktik mencanting batik ini dapat
meningkatkan minat murid terhadap seni tradisional serta menumbuhkan kesadaran
akan pentingnya menjaga warisan budaya Nusantara. MAN 2 Bogor terus berkomitmen
menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan bermakna guna membentuk
generasi yang berpengetahuan, terampil, serta mencintai budaya bangsa.
Tulis Komentar