
Bogor, 24 April 2026 – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti ruang kerja Kepala MAN 2 Bogor. Di tengah bincang santai yang sesekali diselingi canda dan tawa, terselip pembahasan penting dan strategis mengenai langkah-langkah peningkatan kedisiplinan siswa di lingkungan madrasah.
Pertemuan yang berlangsung dalam format diskusi santai namun produktif ini dihadiri langsung oleh :
Meski dikemas dalam suasana yang rileks, poin-poin yang dibicarakan menyangkut hal yang sangat mendasar, yakni penguatan karakter dan kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah. Bapak Safwan Maulana menekankan bahwa kedisiplinan harus dibangun dengan pendekatan yang humanis namun tetap tegas.
"Disiplin itu bukan soal memberi hukuman, tapi soal membiasakan yang benar. Pertemuan siang ini sangat penting untuk menyamakan persepsi kita semua agar penegakan aturan di sekolah berjalan selaras dan penuh kasih sayang," ungkap Bapak Safwan Maulana di sela-sela diskusi.
Poin-poin strategis yang dibahas meliputi evaluasi kehadiran siswa, penataan kerapihan berseragam, hingga peran krusial Guru BK dalam memberikan pendampingan yang persuasif kepada peserta didik. Keterlibatan Bidang Kesiswaan dan Bendahara juga diperlukan untuk memastikan setiap program penguatan karakter ini didukung oleh manajerial yang solid.
Ibu Hj. Siti Mardyah sebagai perwakilan BK/BP memberikan masukan mengenai pendekatan psikologis dalam menangani pelanggaran siswa, sementara Bapak Tulus Pamuji memaparkan rencana aksi pengawasan di lapangan agar lebih efektif.
Diskusi ini membuktikan bahwa koordinasi antar lini di MAN 2 Bogor tetap terjaga dengan baik, bahkan dalam suasana yang informal sekalipun. Diharapkan dari hasil obrolan siang ini, muncul inovasi-inovasi baru dalam sistem pembinaan siswa yang mampu mencetak lulusan yang unggul tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam etika dan kedisiplinan harian.
Tulis Komentar