
Bogor, 11 Mei 2026 – Ada yang berbeda dengan suasana belajar siswa kelas X D MAN 2 Bogor pada Senin (11/05). Jika biasanya proses pembelajaran berlangsung di dalam ruang kelas dengan teori literatur, kali ini para siswa terjun langsung ke lapangan untuk menggali sejarah berdirinya madrasah mereka melalui teknik wawancara langsung.
Kegiatan yang merupakan bagian dari mata pelajaran Sosiologi ini bertujuan untuk melatih keterampilan sosial siswa sekaligus memperdalam pemahaman mereka mengenai latar belakang institusi tempat mereka menimba ilmu. Di bawah bimbingan guru mata pelajaran, Bapak Saep Sukandar, para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan target narasumber yang berbeda.
Salah satu momen menarik terlihat ketika salah satu kelompok siswa mendatangi ruang Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Bapak Cecep Epi Karwapi. Dengan antusias, para siswa mengajukan berbagai pertanyaan seputar fase-fase perkembangan MAN 2 Bogor dari masa ke masa.
"Kegiatan ini sangat positif untuk melatih keberanian siswa dalam berkomunikasi, sekaligus menanamkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap madrasah melalui pemahaman sejarah yang valid," ujar pihak sekolah di sela-sela kegiatan.
Melalui wawancara ini, siswa tidak hanya mendapatkan data mentah mengenai sejarah, tetapi juga belajar bagaimana cara melakukan pendekatan sosiologis terhadap narasumber dan mengolah informasi menjadi sebuah laporan penelitian yang sistematis.
Suasana pembelajaran yang interaktif ini diharapkan dapat menjadi penyegaran bagi siswa agar tidak jenuh, sekaligus mencetak generasi yang menghargai sejarah dan identitas lembaga pendidikannya.
Tulis Komentar