Demi Optimalisasi, BK MAN 2 Bogor Bantu Siswa dalam Pendaftaran SPAN-PTKINDemi Optimalisasi, BK MAN 2 Bogor Bantu Siswa dalam Pendaftaran SPAN-PTKIN
Demi Optimalisasi, BK MAN 2 Bogor Bantu Siswa dalam Pendaftaran SPAN-PTKIN

Bogor, 11 Februari 2026  — Dalam upaya mengoptimalkan peluang siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, Bimbingan dan Konseling (BK) MAN 2 Bogor memberikan pendampingan intensif kepada siswa kelas XII dalam proses pendaftaran SPAN-PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri).

Kegiatan pendampingan ini dibimbing langsung oleh Ibu Indah Habibah, S.Pd selaku Guru BK MAN 2 Bogor. Beliau memberikan arahan secara menyeluruh mulai dari pemahaman mekanisme pendaftaran, pemilihan program studi, hingga strategi menentukan kampus tujuan sesuai minat, bakat, dan potensi akademik siswa.

Dalam pelaksanaannya, siswa mendapatkan penjelasan teknis mengenai tahapan pengisian data, kelengkapan berkas, serta pentingnya ketelitian dalam memasukkan nilai dan informasi yang dibutuhkan pada sistem SPAN-PTKIN. Pendampingan dilakukan secara bertahap agar setiap siswa dapat memahami prosesnya dengan baik dan tidak mengalami kendala saat pendaftaran.

Ibu Indah Habibah, S.Pd menegaskan bahwa peran BK bukan hanya membantu secara administratif, tetapi juga memberikan motivasi serta penguatan mental kepada siswa agar lebih percaya diri dalam menentukan pilihan masa depan. Ia juga mengingatkan pentingnya menyesuaikan pilihan program studi dengan kemampuan dan cita-cita yang ingin diraih.

Antusiasme siswa terlihat saat sesi konsultasi berlangsung. Banyak siswa memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi mengenai prospek jurusan, peluang diterima, hingga tips agar peluang lolos seleksi semakin besar. Pendampingan ini menjadi bentuk nyata komitmen MAN 2 Bogor dalam mendukung kesuksesan siswa menembus perguruan tinggi impian.

Melalui bimbingan yang terarah dan optimal, diharapkan semakin banyak siswa MAN 2 Bogor yang berhasil lolos melalui jalur SPAN-PTKIN dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi keagamaan negeri sesuai dengan cita-cita mereka.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)