
Bogor, 29 April 2026 — Ruang Tata Usaha MAN 2 Bogor tampak berbeda dari biasanya pada Rabu pagi (29/04). Di tengah hiruk-pikuk aktivitas administratif sekolah, sebuah momen hangat terjadi saat sekelompok siswa datang berkunjung tepat pada jam pertama pelajaran, pukul 07:35 WIB.
Bukan untuk urusan surat-menyurat, kehadiran para siswa ini bertujuan untuk melakukan wawancara mendalam dengan Kepala Tata Usaha MAN 2 Bogor, Bapak H. Rahmatulloh. Wawancara ini merupakan bagian dari penugasan mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang mengusung tema besar: "Perjuangan".
Dalam suasana yang akrab namun tetap formal, Bapak H. Rahmatulloh menyambut antusiasme para siswa. Meski kesehariannya berkutat dengan manajemen sekolah dan administrasi yang kompleks, ia meluangkan waktu untuk berbagi perspektif mengenai nilai perjuangan yang relevan dengan dunia pendidikan saat ini.
"Perjuangan itu tidak selalu identik dengan medan perang masa lalu. Dalam konteks sekarang, dedikasi dalam bekerja dan integritas dalam menjalankan tugas di sekolah adalah bentuk perjuangan nyata untuk mencerdaskan generasi bangsa," ujar Bapak H. Rahmatulloh di hadapan para siswa.
Wawancara ini memberikan sudut pandang baru bagi para siswa. Jika selama ini sosok Kepala TU dikenal sebagai figur otoritas di balik layar administrasi, melalui tugas SKI ini, siswa berhasil menggali sisi humanis dan filosofis dari perjalanan karier serta pengabdiannya.
Para siswa mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga tentang:
Ketekunan: Bagaimana mengelola administrasi ribuan siswa membutuhkan kesabaran ekstra.
Tanggung Jawab: Menjaga amanah dalam jabatan sebagai bentuk jihad fi sabilillah di ranah pendidikan.
Adaptasi: Menghadapi tantangan zaman yang serba digital dengan tetap mempertahankan nilai-nilai moral.
Kunjungan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan diskusi ringan. Diharapkan, melalui kegiatan wawancara langsung seperti ini, siswa tidak hanya memahami teori sejarah secara tekstual, tetapi juga mampu mengambil ibrah (pelajaran) dari sosok-sosok pejuang pendidikan yang ada di lingkungan terdekat mereka sendiri.
Tulis Komentar