Belajar Demokrasi dan Pengambilan Keputusan, Pengurus OSIM-MPK MAN 2 Bogor Praktikkan Simulasi PersiBelajar Demokrasi dan Pengambilan Keputusan, Pengurus OSIM-MPK MAN 2 Bogor Praktikkan Simulasi Persi
Belajar Demokrasi dan Pengambilan Keputusan, Pengurus OSIM-MPK MAN 2 Bogor Praktikkan Simulasi Persi

Bogor – Rangkaian kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) MAN 2 Bogor periode 2026/2027, semakin menarik dengan dilaksanakannya kegiatan Teknis Persidangan. Kegiatan ini merupakan simulasi persidangan organisasi yang bertujuan memberikan pemahaman dan pengalaman langsung kepada para pengurus dalam menyusun, membahas, serta menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai pedoman dalam menjalankan roda organisasi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan LDKS yang berlangsung pada Jumat–Sabtu, 23–24 Oktober 2026, di Pamijahan, Kabupaten Bogor. 23 Oktober 2026


Simulasi persidangan ini dipimpin oleh tiga presidium, yakni M. Haikal Arrumi dari kelas XI C sebagai Presidium I, Sahaludin dari kelas XI C sebagai Presidium II, dan Muhamad Faiq dari kelas X F sebagai Presidium III. Ketiganya bertugas mengarahkan jalannya persidangan, mengatur mekanisme penyampaian pendapat, menjaga ketertiban forum, serta memimpin proses pengambilan keputusan berdasarkan tata tertib persidangan.

Dalam pelaksanaannya, para peserta diperkenalkan dengan berbagai mekanisme persidangan organisasi, mulai dari pembukaan sidang, pembacaan tata tertib, penyampaian usulan, pembahasan pasal demi pasal dalam AD/ART, hingga proses pengambilan keputusan melalui musyawarah mufakat. Melalui simulasi ini, para pengurus OSIM dan MPK dilatih untuk memahami pentingnya aturan organisasi sebagai landasan dalam menjalankan tugas, hak, dan kewajiban selama masa kepengurusan.

Suasana persidangan berlangsung dinamis dengan adanya berbagai tanggapan, pertanyaan, serta usulan dari peserta. Setiap pengurus diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan argumentasi secara terbuka dengan tetap memperhatikan etika berbicara, tata tertib persidangan, serta sikap saling menghargai antarpeserta.

Dalam proses berjalannya persidangan, Muhammad Fathul Umam selaku perwakilan alumni turut memberikan masukan dan pandangan mengenai pentingnya penyusunan AD/ART yang jelas, sistematis, serta sesuai dengan kebutuhan organisasi. Ia menekankan bahwa AD/ART bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan pedoman utama yang harus dipahami dan dijalankan oleh seluruh pengurus.

"AD/ART merupakan fondasi penting dalam sebuah organisasi. Setiap aturan yang disusun harus benar-benar dipahami, bukan hanya disepakati dalam forum persidangan. Jangan sampai aturan dibuat dengan baik, tetapi tidak diterapkan dalam pelaksanaan organisasi. Melalui persidangan ini, saya berharap seluruh pengurus OSIM dan MPK dapat belajar menyampaikan pendapat secara santun, menghargai perbedaan pandangan, serta mengambil keputusan berdasarkan kepentingan bersama," pesannya.

Lebih lanjut, Muhammad Fathul Umam juga mengingatkan bahwa proses persidangan merupakan salah satu sarana pembelajaran demokrasi yang dapat melatih keberanian, kemampuan berpikir kritis, serta kedewasaan dalam menyikapi perbedaan pendapat.

"Dalam persidangan, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Jangan menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan, tetapi jadikan sebagai bahan pertimbangan untuk menghasilkan keputusan yang lebih baik. Setiap usulan harus memiliki dasar dan alasan yang jelas, sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar bermanfaat bagi keberlangsungan organisasi," tambahnya.

Selain mendapatkan masukan dari perwakilan alumni, jalannya persidangan juga mendapat arahan dari H. Koko Komarudin selaku Pembina OSIM dan MPK MAN 2 Bogor periode 2026/2027. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan musyawarah dalam setiap proses pengambilan keputusan organisasi.

"Persidangan ini bukan hanya latihan untuk memahami tata cara mengetuk palu atau menyampaikan interupsi, tetapi juga menjadi pembelajaran tentang bagaimana sebuah keputusan dihasilkan secara demokratis dan bertanggung jawab. Setiap pengurus harus mampu mengendalikan emosi, menghargai pendapat orang lain, serta memahami bahwa keputusan yang telah disepakati bersama merupakan tanggung jawab seluruh anggota organisasi," ungkapnya.

H. Koko Komarudin juga mengingatkan bahwa penyusunan AD/ART harus memperhatikan nilai-nilai kedisiplinan, akhlakul karimah, serta keselarasan dengan aturan dan kebijakan yang berlaku di lingkungan madrasah.

"Saya berharap AD/ART yang dibahas dalam persidangan ini dapat menjadi pedoman yang jelas bagi kepengurusan OSIM dan MPK periode 2026/2027. Susunlah aturan yang realistis, adil, dan dapat dilaksanakan. Jangan membuat aturan hanya untuk kepentingan kelompok tertentu, tetapi utamakan kepentingan organisasi dan seluruh murid MAN 2 Bogor. Jadikan hasil persidangan ini sebagai komitmen bersama untuk membangun organisasi yang lebih tertib, solid, dan berintegritas," tegasnya.

Kegiatan Teknis Persidangan ini menjadi pengalaman berharga bagi para pengurus OSIM dan MPK karena memberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung mekanisme persidangan sebagaimana diterapkan dalam sebuah organisasi. Para peserta tidak hanya belajar mengenai tata tertib dan prosedur persidangan, tetapi juga dilatih untuk menyampaikan argumentasi, menerima kritik, membangun kesepakatan, serta menghormati keputusan forum.

Melalui kegiatan ini, para pengurus diharapkan semakin memahami bahwa setiap keputusan organisasi harus dilandasi oleh aturan yang jelas, proses musyawarah yang terbuka, serta komitmen untuk melaksanakan hasil kesepakatan secara bertanggung jawab.

Pelaksanaan simulasi persidangan juga menjadi bagian dari upaya MAN 2 Bogor dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi, kepemimpinan, kedisiplinan, dan integritas kepada para pengurus OSIM dan MPK periode 2026/2027.

Dengan terlaksananya kegiatan Teknis Persidangan, diharapkan seluruh pengurus OSIM dan MPK mampu menerapkan prinsip-prinsip organisasi yang demokratis, transparan, dan bertanggung jawab, sekaligus menjadikan AD/ART sebagai landasan dalam mewujudkan organisasi yang aktif, tertib, inovatif, serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan MAN 2 Bogor.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)