Aroma Nasi Liwet Gurih dan Asap Tipis Semarakkan Hari Santri di MAN 2 BogorAroma Nasi Liwet Gurih dan Asap Tipis Semarakkan Hari Santri di MAN 2 Bogor
Aroma Nasi Liwet Gurih dan Asap Tipis Semarakkan Hari Santri di MAN 2 Bogor

Bogor – Asap tipis tampak membumbung tinggi di sekitar area halaman dan selasar kelas Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bogor pada Kamis (22/10/2026). Asap tersebut bukan berasal dari musibah kebakaran, melainkan wujud kemeriahan ratusan siswa yang tengah beradu ketangkasan dalam  “Lomba Ngeliwet” guna memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026.


Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan ini diselenggarakan atas arahan serta bimbingan Waka Kesiswaan, Tulus Pamuji Santoso, dan Waka Humas, Cecep Epi Karwapi, Berkat pendampingan tersebut, para siswa dapat mengorganisir dan melaksanakan tradisi ngeliwet bersama dengan tertib, aman, dan meriah.

Sejak pagi hari, suasana madrasah sudah dipenuhi riuk pikuk keceriaan para siswa. Setiap kelompok, yang terdiri dari perwakilan masing-masing kelas, tampak sigap mempersiapkan alat dan bahan masakan—mulai dari kastrol (katel tradisional), beras, bumbu rempah-rempah khas Sunda, hingga lauk pauk pendamping seperti ikan asin, tahu, tempe, dan sambal terasi.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Tulus Pamuji Santoso, menyampaikan bahwa Lomba Ngeliwet ini dipilih bukan sekadar untuk ajang kompetisi memasak, melainkan sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan filosofi pesantren kepada para siswa.

"Tradisi ngeliwet adalah simbol kebersamaan, kesederhanaan, dan gotong royong yang sangat lekat dengan kehidupan santri di pondok pesantren. Melalui kegiatan ini, kami ingin para siswa tidak hanya memperingati Hari Santri secara seremonial, tetapi juga meresapi spirit kemandirian dan rasa persaudaraan yang tinggi," ujar Tulus di sela-sela peninjauan lomba.

Senada dengan hal tersebut, Waka Humas MAN 2 Bogor, Cecep Epi Karwapi, menegaskan pentingnya menjaga tradisi lokal yang bernuansa islami di lingkungan madrasah.

"Siswa-siswi sangat antusias. Kolaborasi antara para guru pembimbing dan pengurus OSIS/MPK membuat acara ini berjalan sukses. Ngeliwet bersama ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antar-siswa serta antara siswa dengan para pendidik," ungkap Cecep.

Penilaian lomba dilakukan secara ketat oleh tim juri yang terdiri dari para guru. Kriteria penilaian meliputi cita rasa masakan, kerapian dan kebersihan area memasak, kekompakan tim, hingga kreativitas penyajian di atas daun pisang panjang—gaya khas *ngadulang* atau makan bersama ala santri.

Melalui kemeriahan Peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini, MAN 2 Bogor berharap semangat jihad para santri dalam menjaga keutuhan NKRI, kemandirian, dan nilai-nilai keislaman senantiasa tertanam kuat dalam dada para generasi muda madrasah.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)