
Bogor,
16 April 2026 –
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan setiap lulusan MAN 2 Bogor tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan pemahaman ibadah yang sesuai dengan tuntunan syariat.
Guru mata pelajaran Agama sekaligus penguji dalam praktik ini, Ibu Hj. Euis Holisoh, S.Ag., memantau langsung ketepatan pelafalan serta kekhusyukan para siswa. Menurut beliau, ujian ini merupakan bagian penting untuk membekali siswa dengan kebiasaan positif yang dapat mereka terapkan secara istiqomah di tengah masyarakat setelah lulus nanti.
"Dzikir setelah sholat adalah benteng spiritual bagi siswa. Melalui ujian ini, kami ingin memastikan mereka hafal dan memahami makna dari setiap bacaan yang dilantunkan," ujar Hj. Euis Holisoh di sela-sela kegiatan.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para peserta didik. Meski tampak tegang saat gilirannya tiba, para siswa mampu melantunkan rangkaian doa dan dzikir dengan tertib. Suasana kelas pun berubah menjadi syahdu saat lantunan kalimat thoyyibah bergema secara bergantian.
Salah seorang siswa mengungkapkan bahwa ujian praktik ini memberikan kesan tersendiri. Menurutnya, persiapan untuk ujian ini membuatnya lebih mendalami makna dari setiap bacaan dzikir yang selama ini rutin dilaksanakan.
Ujian praktik keagamaan di MAN 2 Bogor ini diharapkan dapat menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan karakter religius di lingkungan madrasah, sekaligus mencetak generasi muda yang cerdas secara intelektual dan matang secara spiritual.
Tulis Komentar