
Bogor,
18 April 2026 –
Meskipun dilaksanakan di dalam ruangan, hal tersebut tidak mengurangi kesakralan prosesi pengukuhan para anggota baru. Isak tangis haru mulai pecah saat sesi refleksi diri dan penyampaian pesan kesan dari para peserta maupun panitia penyelenggara.
Sesi penutupan ini menjadi ruang bagi para peserta untuk mengungkapkan rasa syukur dan bangga setelah berhasil melewati berbagai ujian fisik serta mental. Di bawah temaram lampu ruangan, para peserta tampak saling merangkul dan memberikan dukungan satu sama lain, menyadari bahwa mereka kini bukan lagi sekadar rekan satu sekolah, melainkan bagian dari keluarga besar kemanusiaan.
"Rasa lelah saat memasak bersama di lapangan dan tantangan saat outbound tadi pagi seolah terbayar semua di ruangan ini. Kami belajar bahwa di PMR, tidak ada yang berjuang sendirian," ujar salah satu peserta sambil menyeka air mata.
Perwakilan pembina atau panitia yang memberikan sambutan penutup menekankan bahwa berakhirnya diklat ini bukanlah garis finis, melainkan langkah awal pengabdian yang sesungguhnya. Para peserta diingatkan untuk selalu menjaga nama baik almamater dan menjunjung tinggi tujuh prinsip dasar Palang Merah dalam kehidupan sehari-hari.
Prosesi penutupan diakhiri dengan pencopotan tanda peserta secara simbolis dan pemberian ucapan selamat. Ruang kelas yang semula hening dengan suasana refleksi, berubah menjadi penuh kehangatan saat seluruh peserta bersalaman dan berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.
Dengan penutupan ini, para anggota baru PMR MAN 2 Bogor diharapkan siap terjun dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, membawa semangat baru bagi organisasi di lingkungan madrasah.
Tulis Komentar