
Bogor, 18 April 2026 – Suasana lapangan utama MAN 2 Bogor tampak berbeda pada pagi ini. Puluhan peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Palang Merah Remaja (PMR) berkumpul bukan untuk baris-berbaris, melainkan untuk menggelar aksi masak dan sarapan bersama secara komunal di tengah lapangan,

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pendalaman materi kemandirian dan manajemen dapur umum dalam Diklat PMR. Sebelum menyantap hidangan, para peserta terlebih dahulu bahu-membahu meracik bahan makanan dan memasak menggunakan peralatan dapur lapangan yang telah disiapkan.
Proses memasak ini dilakukan secara berkelompok. Setiap anggota memiliki peran masing-masing, mulai dari memotong sayuran, menyiapkan bumbu, hingga menjaga nyala api kompor. Hal ini bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan anggota PMR dalam situasi darurat yang menuntut kecepatan dan ketepatan koordinasi.
Setelah semua hidangan siap, para peserta duduk melingkar di tengah lapangan untuk melaksanakan sarapan bersama. Meski sederhana, suasana kekeluargaan tampak sangat kental menyelimuti seluruh peserta diklat.
Kegiatan sarapan bersama ini bukan sekadar rutinitas mengisi energi, melainkan strategi untuk membangun jiwa korsa dan rasa solidaritas antaranggota. Dengan makan di tempat terbuka secara bersama-sama, diharapkan sekat-sekat antarangkatan dapat luruh, berganti dengan rasa persaudaraan yang kuat.
"Momentum seperti ini sangat penting. Di PMR, kita tidak hanya belajar tentang medis atau pertolongan pertama, tapi juga tentang bagaimana peduli dan berbagi dengan rekan sejawat," ujar salah satu koordinator lapangan di sela-sela kegiatan.
Melalui kegiatan masak dan sarapan bersama ini, para peserta diharapkan tidak hanya memiliki fisik yang kuat untuk menjalani sisa rangkaian diklat, tetapi juga memiliki mentalitas kerja sama yang solid sebagai calon relawan masa depan.
Tulis Komentar