Kisah Satpam MAN 2 Bogor Jaga Keselamatan Siswa di Tengah Arus PadatKisah Satpam MAN 2 Bogor Jaga Keselamatan Siswa di Tengah Arus Padat
Kisah Satpam MAN 2 Bogor Jaga Keselamatan Siswa di Tengah Arus Padat

Bogor, 15 April 2026 — Pagi hari di Jalan Raya Pajajaran, tepat di depan gerbang MAN 2 Bogor, suasana selalu tampak riuh. Deru mesin kendaraan bermotor yang memadati jalanan beradu dengan langkah kaki ratusan siswa yang bergegas mengejar bel masuk sekolah. Di tengah hiruk-pikuk tersebut, dua sosok berseragam cokelat berdiri kokoh, menjadi "benteng" pelindung bagi keselamatan para warga madrasah.


Mereka adalah Bapak Ari Rahman dan Bapak Desi Arianto, atau yang akrab disapa Pak Jambul. Keduanya merupakan petugas keamanan (satpam) yang pada pagi hari ini, bertugas mengawal kelancaran arus lalu lintas sekaligus memastikan setiap siswa dapat menyeberang dengan aman.

Arus kendaraan yang padat di depan gerbang madrasah bukan sekadar pemandangan biasa, melainkan tantangan keselamatan yang nyata. Dengan peluit yang tak henti berbunyi dan gerakan tangan yang tegas, Pak Ari dan Pak Jambul membagi fokus antara menghentikan laju kendaraan dan mengarahkan siswa menuju area sekolah.

"Keselamatan siswa adalah prioritas utama kami. Di jam-jam rawan seperti pukul 06.30 hingga 07.00 WIB, konsentrasi tidak boleh lengah sedikit pun karena volume kendaraan sangat tinggi," ujar Pak Ari Rahman di sela-sela tugasnya.

Kesigapan mereka bukan hanya soal teknis mengatur jalan. Ada sisi humanis yang terlihat; senyum sapa dan peringatan lembut kepada para siswa agar tidak terburu-buru menjadi warna tersendiri dalam aktivitas pagi tersebut. Pak Jambul, dengan karakternya yang khas, terlihat cekatan menarik perhatian pengendara agar memberikan jalan bagi pejalan kaki.

Kehadiran Pak Ari dan Pak Jambul mendapat respons positif dari orang tua siswa dan para pendidik. Banyak orang tua merasa lebih tenang saat melepas anak-anak mereka di depan gerbang karena mengetahui ada petugas yang siaga menjaga.

Melalui dedikasi Bapak Ari Rahman dan Bapak Desi Arianto, MAN 2 Bogor membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya dimulai di dalam kelas, tetapi juga melalui kepedulian dan rasa aman yang dibangun sejak dari gerbang sekolah. Kesigapan mereka adalah bukti nyata bahwa di balik kelancaran kegiatan belajar mengajar, ada tangan-tangan tulus yang bekerja keras menjaga keselamatan.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)