
Bogor,
21 April 2026 –
Kondisi lingkungan yang asri tersebut bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja. Di baliknya, terdapat kerja keras dan dedikasi para pegawai kebersihan yang setiap hari menjalankan tugas tanpa mengenal lelah. Mereka hadir lebih awal, memastikan setiap sudut madrasah siap menyambut aktivitas pembelajaran dengan suasana yang kondusif.
Salah satu sosok yang konsisten menjalankan tugas mulia tersebut adalah Bapak Utis Sutisna. Dengan sapu lidi di tangan dan semangat yang tak pernah surut, beliau menyapu halaman demi halaman, membersihkan setiap jejak debu yang tersisa dari hari sebelumnya. Rutinitas ini telah menjadi bagian dari pengabdian yang ia jalani dengan penuh tanggung jawab.
Tanpa banyak kata, Bapak Utis menunjukkan bahwa dedikasi tidak selalu harus terlihat besar, namun dapat dirasakan dampaknya oleh banyak orang. Lingkungan madrasah yang bersih tidak hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga mendukung terciptanya proses belajar mengajar yang lebih fokus dan produktif.
Kehadiran beliau menjadi pengingat bahwa setiap peran, sekecil apa pun, memiliki arti penting dalam membangun masa depan generasi muda. Dari sapuan sederhana di pagi hari, tersimpan harapan besar akan terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat, nyaman, dan inspiratif.
Dedikasi tanpa pamrih seperti yang ditunjukkan oleh Bapak Utis Sutisna menjadi teladan nyata bahwa pengabdian tulus mampu memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bersama. Di bawah langit pagi MAN 2 Bogor, sapu lidi bukan sekadar alat, melainkan simbol kerja keras dan cinta terhadap lingkungan pendidikan.
Tulis Komentar