
Bogor,
23 April 2026 –
Sosok yang setia mengawali hari itu adalah Bapak Utis Sutisna, seorang pegawai kebersihan di MAN 2 Bogor. Di bawah temaram cahaya fajar, beliau telah menjadi saksi bisu transisi malam menuju pagi. Dengan sapu lidi di tangan dan gerobak sampah yang setia menyertai, Bapak Utis memulai ritual pengabdiannya: menyisir setiap jengkal halaman madrasah agar siap menyambut para pencari ilmu.
Suara ayunan sapunya yang ritmis memecah keheningan pagi, seolah menjadi musik pembuka bagi kehidupan di sekolah. Tak ada keluh kesah, yang ada hanyalah ketulusan untuk memastikan lingkungan belajar tetap asri, bersih, dan nyaman. Bakti yang dilakukan Bapak Utis adalah bentuk "Bakti dalam Senyap"—sebuah pekerjaan yang mungkin jarang terlihat secara langsung oleh banyak orang, namun dampaknya dirasakan oleh seluruh warga madrasah.
"Kenyamanan siswa dalam belajar adalah kepuasan tersendiri bagi saya. Jika madrasah bersih, hati pun terasa tenang saat bekerja," ujar Bapak Utis dengan senyum sederhana di sela kesibukannya.
Dedikasi Bapak Utis Sutisna menjadi pengingat bagi seluruh warga MAN 2 Bogor bahwa setiap peran, sekecil apa pun itu, memiliki nilai kemuliaan yang besar. Keikhlasannya telah terukir di setiap sudut koridor, di bawah rimbun pohon, hingga ke pelataran masjid madrasah yang kini tampak bersih berseri.
Melalui sosoknya, kita belajar bahwa pengabdian tanpa tepi tidak selalu membutuhkan panggung atau pujian. Cukup dengan kerja keras dan niat yang tulus, sebuah keberkahan akan senantiasa mengalir di setiap langkah yang diambil demi kemajuan pendidikan di madrasah tercinta.
Tulis Komentar